ALLAH Maha DEKAT

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat dari pada urat lehernya
(Al Qaaf:16)

 

bagaimana ye…kita bisa jadi tidak takut pada ALLAH, sedangkan ALLAH itu sangatlah dekat, malah lebih dekat dari urat leher kita sendiri.

bagaimana ye…kita bisa jadi tidak malu pada ALLAH, sedangkan ALLAH itu sangatlah dekat, malah lebih dekat dari urat leher kita sendiri.

bagaimana ye…kita bisa jadi tidak segan pada ALLAH, sedangkan ALLAH itu sangatlah dekat, malah lebih dekat dari urat leher kita sendiri.

bagaimana ye…kita bisa jadi tidak jujur eklas pada ALLAH, sedangkan ALLAH itu sangatlah dekat, malah lebih dekat dari urat leher kita sendiri.

bagaimana ye…kita bisa jadi tidak tulus eklas pada ALLAH, sedangkan ALLAH itu sangatlah dekat, malah lebih dekat dari urat leher kita sendiri.

<rkukaudya>

2 Comments

Filed under peringatan

2 responses to “ALLAH Maha DEKAT

  1. dian merdekawati

    bila allah maha dekat,,,maka aku akan lebih banyak menghabiskan waktuku untuk mendekatinya melalui sujud, rintihan doa, dan dzikirku..
    Ya Allah…kuatkan hambaMu
    yang ku mau hanya mencintaiMu dan menjadi cintaMu

  2. Zulfadhli

    Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
    ALLAH Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman:
    Dan sesungguhnya KAMI telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan KAMI lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (QS. Qaaf ayat 16)

    Adapun yang dimaksud dengan “dekat” disini ialah: bukan dekat dengan Zat ALLAH tetapi dekat dengan melalui Ilmu-NYA, Qudrat-NYA, Iradat-NYA, Sama’-NYA, dan Bashar-NYA, bahwa ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu, Maha berbuat pada sesuatu yang DIA kehendaki, Maha Mendengar perkataan manusia, dan Maha Melihat segala perbuatan manusia. ALLAH mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-NYA, DIA Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati manusia.
    Sedangkan Zat ALLAH berada di atas Langit yang ketujuh di atas ‘Arasy bersemayam (Istiwa), dengan cara-NYA sendiri, sesuai dengan ketinggian, kebesaran, keagungan, dan kesucian-NYA, kita tidak mengetahui, dan tidak ada sesuatupun yang serupa dengan DIA (tidak serupa Zat-NYA, nama-nama-NYA, sifat-sifat-NYA, maupun perbuatan-perbuatan-NYA), bersemayam di atas ‘Arasy ialah satu sifat ALLAH yang wajib kita imani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s