mengemis kaseh?

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku di lorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi ku ulangi kembali
Gerak Dosa yang menghiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku

-the zikr-

“Jangan mudah melafaz kasih,
Kasih itu pada siapa?
Jangan mudah melafaz sayang,
Sayang itu untuk siapa?
Jangan mudah melafaz cinta,
Cinta itu pada Yang Esa
Cinta bunga,bungakan layu,
Cintakan manusia kan pergi…”

yang ini… ku tujukan wat kamu.
kerna perkataan kamu yg hanya satu itu…
rasanya aku harus menjauh dan pergi
kerna aku tak mahu mengemis lagi
lalu hati ini, demi kamu…harus mati!

<rkukaudya>

Leave a comment

Filed under catatan rkukaudya, melodi cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s