“Pernahkah terlintas untuk bertanya “Mengapa?”

Dari –> http://utari.blogsome.com

Mengapa Yahudi boleh memelihara janggut
Menjalankan ritualnya dan mendapatkan
kelonggaran untuk kebebasannya
Tetapi ketika muslim melakukan hal yang sama,
Dia dicap sebagai ekstrimis dan teroris ?

Mengapa seorang biarawati boleh menutup dirinya
Dari kepala hingga kaki, dan dia dihormati
Karena melayani Tuhannya,
Tetapi ketika muslimah melakukan hal yang sama
Dia dipinggirkan dan dibenci ?

Mengapa ketika seorang wanita Barat
Memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga,
Dia dihormati karena mengorbankan dirinya demi keluarga
Tetapi ketika Muslimah melakukannya,
Mereka bertanya, “Dia perlu diperjuangkan hak dan kebebasannya? “

Mengapa setiap perempuan boleh memasuki universitas atau perkantoran
Dengan mengenakan apa saja yang dia mau
Tetapi ketika Muslimah berjilbab mereka menghalanginya ?

Mengapa ketika seorang anak berdedikasi
Kepada sesuatu yang disukainya,
Dia dianggap sangat potensial
Tetapi ketika dia berdedikasi kepada Islam
Dia dianggap tidak berguna ?

Mengapa ketika penganut Kristiani dan Yahudi membunuh seseorang,
Agamanya sama sekali tidak dipersoalkan
Tetapi ketika muslim melakukannya,
Mereka berkata Islamlah dalangnya

Mengapa ketika masalah timbul,
Islam telah menjawabnya dengan benar,
Tapi kita semua menolak kebenaran itu ?

Mengapa seseorang yang mengendarai sebuah mobil
Dan dia melanggar semua peraturan lalu lintas
Maka orang akan menyalahkan si pengemudi
Bukan mobil yang dikendarainya
Tetapi ketika seorang muslim melakukan kesalahan
Maka orang akan berkata, “Islamlah penyebabnya”
Tanpa melihat tradisi Islam

Mengapa masyarakat lebih mudah percaya kepada surat kabar,
Dibandingkan dengan Al Quran
Pernahkah terlintas untuk betanya “Mengapa?”

———— ——— ——— ——— ——— ——— –

“Tahun berapa Tuhan Anda dilahirkan?” tanya ilmuwan kafir
“Allah tidak melahirkan dan tidak dilahirkan,” jawab Abu Hanifah
“Hmm, masuk akal jika dikatakan Allah tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan. Lalu pada tahun berapa Dia ada?”
“Dia ada sebelum segala sesuatu ada,” tegas Abu Hanifah
“Bisa berikan contoh konkret mengenai hal ini?”
“Anda tahu tentang perhitungan? ” Abu Hanifah balik bertanya
“Iya, saya tahu.”
“Angka berapa sebelum angka satu?”
“Tidak ada,” jawab ilmuwan kafir
“Tidak ada angka lain yang mendahului angka satu. Lalu mengapa anda bingung bahwa sebelum Allah itu tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Nya? ” (Debat Abu Hanifah dengan Ilmuwan Kafir)

…………….

2 Comments

Filed under peringatan

2 responses to ““Pernahkah terlintas untuk bertanya “Mengapa?”

  1. acungan jempol tuk pemahaman dan jawaban abu hanifah

  2. Itu aku dpt dari milis lho🙂 mdh2an berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s