Archive for the 'buku@rkukaudya' Category

06
May
09

berguru kepada ALLAH

berguru kepada ALLAH

bismillaah…

BERGURU KEPADA ALLAH…

em, lama da sebenarnya aku beli buku nih. kerna tercatat di muka surat pertama ‘ kurniaan Tuhanku, tanggal 27 Sya3ban 1428h, -rkukaudya-’.
he. da berkurun tapi baru beberapa hari ni, aku seakan punya tenaga dan keinginan yang luar biasa untuk membaca n menghadamnya dari kulit ke kulit satu persatu.

BERGURU KEPADA ALLAH, tulisan Abu Sangkan adalah sebuah buku motivasi.sebagaimana tagline dia ‘menghidupkan kecerdasan emosionl dan spiritual’ . Buku ni diberi kata pengantar oleh 3 tokoh/ilmuan, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus dur), Dr. Ir. Muhammad Imaduddin Abdurrahim, Phd. , Drs. Yadi Purwanto, MM, MBA. he. sape dorg nih? em, terus terang aku kenal sorg je.(bukan kenal la…tau.) iaitu Gus dur, mantan presiden Republik Indonesia ke-4. seingat aku, Gus dur juga merupakan guru spiritual bagi vokalis kumpulan Dewa. Ahmad Dani. (jangan lupa, aku peminat kumpulan dewa 19.haha)

em. nanti aku kongsikan sedikit demi sedikit pe yang aku baca n dapat dari pembacaan buku tu. but not now…aku kena pergi dulu. keadaan x mengizinkan.

sampai jumpa lagi.

<rkukaudya>

16
Mar
09

alhamdulillah…

“Tuhan, ajarkan aku bagaimana untuk bercinta.
Ajarkan bagaimana cinta boleh menjadi syurga.
Tunjukkan bagaimana cinta boleh wujud sebagai panduan untuk jalan kembali yang Engkau redhai.
Kerana Engkaulah yang awal dan akhir untukku!
Tempat aku kembali mempersembahkan segala amal baik dan burukku.“

he. bedebar rasa nak tunggu novel terbaru zaharah muhammad keluar di pasaran…(ensha ALLAH novel ke 6)  ya ALLAH, smoga semua urusan k.tehz  KAU permudahkan. andai penulisan dia selama2 ini KAU redoi, berkatilah sepanjang perjalanan hidupnya dan limpahilah dia dengan keberkatan dan sebanyak2 kebaikan. ameeen.

<rkukaudya>

01
May
08

baca buku…

salam buat semua.

buat yg sedang bercuti sempena ‘hari buruh’ ni…bercutilah dgn sebaik2nya. isi dgn perkara2 yg bermanfa3at ye. jangan bazirkan masa yg berlalu dgn tidur yg berlebih2an. kerna masa yg berlalu tidak akan datang lagi kecuali di hari akherat nnt.

aku xcuti rini. tapi dek kerana kepenatan, sempat juga qoilulah sebentar.

nampak x cover buku kat sebelah tu? pertama, aku nak ucap trime kaseh yg amat pada org yg perkenalkan buku ni pd aku. time kaseh puan, moga2 ALLAH melimpahkan kebaikan buat puan. n yg terutamanya…tentu aku ptt luahkan rasa syukurku pada-NYA…kerna memberi aku kesempatan n peluang dgn menemukan aku dgn buku ni.

buku ni tajuk dia sbgimana terpampng di sebelah ‘BERJUANG DI DUNIA BERHARAP PERTEMUAN DI SURGA’ , hasil tulisan Muhammad Nursani. sebenarnya yg ada di tgn aku sekarang ni sudah siri yg ke 2. sayang sekali siri 1, aku belum dpt miliki, apatah lg membacanya. buku ni, adalah hasil dr sekalian tulisan2 ust Nursani ni pd sebuah majalah Islam yg digemari di Indonesia. iaitu majalah Tarbawi. ia berupa sebuah bingkisan ruhani buat mereka2 yg ingin menjadi penggerak dakwah Islam, atau mereka2 yg ingin menjadi penunjuk jalan manusia ke arah kebenaran. dgn setiap bab, tidak terlalu panjang, santai, tapi isinya rasa aku…boleh menyentuh terus ke dalam qolbu pembacanya.

sebenarnya, buku ni bersaiz kecil jek. tp…aku terpaksa ambil masa beberapa hari juga untuk menghabiskannya. ni da hari ke 3 klo xsilap. em…nilah masalah aku…aku boleh je baca buku sekaligus trus habis. tp mcm xde maknanya. aku bila membaca…lagi2 klo buku tu bergizi, de isi2 yg boleh di ambil wat pengajaran…lagi2 pula bila bahasanye santai tp menyentuh…aku akan baca satu baris, berulang2.he. mungkin sbb otak aku akan proses pe yg aku baca n hadamkan isi2 nya. kadang2, aku baca satu tajuk kecil atau beberapa muka surat…then aku tutup buku tu. proses. he…ntahlah. tapi masalah besar lagi…aku xleh hafal pe aku baca. em…sbb tu, dulu masa skolah…bila de exam, lagi2 part subjek yg kena hafal…aku cuak sgt. (tp tu la… nama je cuak, bukak je buku yg byk2 tulisan…otomatik aku rasa sakit pale n ngantuk sgt. he.nasib TUHAN bg lulus…time kaseh ya ALLAH…)

em…da melalut lak cite pasal aku yg xpenting langsung.

pe pun…nnt aku post kan 1 tajuk dr buku tu dlm blog nih…aku akn pilih satu yg sangat sangat sangat menyentuh aku…moga2 ada kebaikan yg dapat kita kongsi bersama.

<rkukaudya>

15
Mar
08

Ketika Cinta Berbuah Surga

sebuah qisah…

   Di tanah Kurdistan, ada seorang raja yang ‘adil dan soleh. Dia memiliki putera; seorang anak lelaki yang tampan, cerdas, dan pemberani. Saat-saat yang paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca al-Quran. Sang raja juga menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tenteranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada orang yang memutuskannya.

  Terkadang ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan bahwa ada tamu penting yang harus ditemui oleh raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya. Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya,

“Said, Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membentumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga.”
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.
“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran.
“Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan; karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dasyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juta akan bersinar membawa kalian masuk surga.”
“Bagaimana cara mencari teman seperti itu, Ayah?” tanya Said.
Sang raja menjawab, “Kamu harus menguji orang yang hendak kamu jadikan teman. Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah siapapun yang kamu anggap cocok, untuk menjadi temanmu saat makan pagi disini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. Biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur, jika kau bisa mengetahui perilakuknya lebih dari itu.”

   Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktikkan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu. Mula-mula, dia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu persatu. Sebagian besar dari mereka marah-marah karena hidangannya tidak keluar-keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal, ada yang memukul-mukul meja, ada yang melontarkan kata-kata tidak terpuji; memaki-maki karena terlalu lama menunggu hidangan.

   Di antara teman anak raja itu, ada seorang yang bernama Adil. Dia anak seorang menteri. Said melihat, sepertinya Adil anak yang baik hati dan setia. Maka, dia ingin mengujinya. Diundanglah Adil untuk makan pagi. Adil memang lebih sabar dibandingkan anak-anak sebelumnya. dia menunggu keluarnya hidangan dengan setia. Setelah dirasa cukup, Said mengeluarkan sebuah piring besar berisi tiga telur rebus.
Melihat itu, Adil berkata keras, “Hanya ini sarapan kita? Ini tidak cukup mengisi perutku!”
Adil tidak pernah menyentuh telur itu. Dia pergi begitu saja meninggalkan Said sendirian. Said diam. Dia tidak perlu meminta maaf kepada Adil karena meremehkan makanan yang telah dia rebus dengan kedua tangannya. Dia mengerti bahwa Adil tidak lapang dada dan tidak cocok untuk menjadi teman sejatinya.

   Hari berikutnya, dia mengundang anak seorang saudagar terkaya. Tentu saja, anak saudagar itu sangat senang mendapat undangan makan pagi dari anak raja. Malam harinya, sengaja dia tidak makan dan melaparkan perutnya agar paginya bisa makan sebanyak mungkin. Dia membayangkan, makanan anak raja pasti enak dan lezat.
Pagi-pagi sekali, anak saudagar kaya itu telah datang menemui Said. Seperti anak-anak sebelumnya, dia harus menunggu waktu yang lama sampai makann keluar. Akhirnya, Said membawa piring dengan tiga telur rebus di atasnya.
Ini makanannya, saya ke dalam dulu mengambil air minum.” kata Said seraya meletakkan piring itu di atas meja.
Lalu, Said masuk ke dalam. Tanpa menunggu lagi, anak saudagar itu langsung melahap satu per satu telur itu. Tidak lama kemudian, Said keluar membawa dua gelas air putih. Dia melihat ke meja ternyata tiga telur itu telah lenyap. Dia kaget.
“Mana telurnya?” tanya Said pada anak saudagar.
“Telah aku makan.”
“Semuanya?”
“Ya, habis aku lapar sekali.”
Melihat hal itu Said langsung tahu bahwa anak saudagar itu juga tidak bisa dijadikan teman setia. Dia tidak setia. Tidak bisa merasakan suka dan duka bersama. Sesungguhnya, Said juga belum makan apa-apa.
Said merasa jengkel kepada anak-anak di sekitar istana. Mereka semua mementingkan diri sendiri. Tidak setia kawan. Mereka tidak pantas dijadikan teman sejati.

***

   Akhirnya, Said berfikir untuk mencari teman di luar istana. Kemudian, mulailah Said berpetualang melewati hutan, ladang, sawah, dan kampung-kampung untuk mencari seorang teman yang baik. Sampai akhirnya, di suatu hari yang cerah, dia bertemu dengan anak seorang pencari kayu yang berpakaian sederhana. Anak itu sedang memanggul kayu bakar. Said mengikutinya diam-diam sampai anak itu tiba di gubuknya. Rumah dan pakaian anak itu menunjukkan bahwa dia sangat miskin. Namun, wajah dan sinar matanya memancarkan tanda kecerdasan dan kebaikan hati. Anak itu mengambil air wudhu, lalu shalat dua rakaat. Said memerhatikannya dari balik rumpun pepohonan.

   Selesai shalat, Said datang dan menyapa, “Kawan, kenalkan namaku Said. Kalau boleh tahu, namamu siapa? Kau tadi shalat apa?”
“Namaku Abdullah. Tadi itu shalat dhuha.”
Lalu, Said meminta anak itu agar bersedia bermain dengannya dan menjadi temannya.
Namun, Abdullah menjawab, “Kukira kita tidak cocok menjadi teman. Kau anak seorang kaya, malah mungkin anak bangsawan. Sedangkan aku, anak miskin. Anak seorang pencari kayu bakar.”
Said menyahut, “tidak baik kau mengatakan begitu. Mengapa kau membeda-bedakan orang? Kita semua adalah hamba Allah. Apa aku kelihatan seperti anak yang jahat sehingga kau tidak mau berteman denganku? Mengapa tidak kita coba beberapa waktu dulu? Kau nanti bisa menilai, apakah aku cocok atau tidak menjadi temanmu.”
“Baiklah kalau begitu, kita berteman. Akan tetapi, dengan syarat, hak dan kewajiban kita sama, sebagai teman yang seia-sekata.”

   Said menyepakati syarat yang diajukan oleh anak pencari kayu itu. Sejak hari itu, mereka bermain bersama; pergi ke hutan bersama, memancing bersama, dan berburu kelinci bersama. Anak tukang kayu itu mengajarinya berenang di sungai, menggunakan panah dan memanjat pohon di hutan. Said sangat gembira sekali berteman dengan anak yang cerdas, rendah hati, lapang dada,dan setia. Akhirnya, dia kembali ke istana dengan hati gembira.
   Hari berikutnya, anak raja itu berjumpa lagi dengan teman barunya. Anak pencari kayu itu langsung mengajaknya makan di gubuknya. Dalam hati, Said merasa kalah, sebab sebelum dia mengundang makan, dia telah diundang makan. Di dalam gubuk itu, mereka makan seadanya. Sepotong roti, garam, dan air putih. Namun, Said makan dengan sangat lahap. Ingin sekali rasanya dia minta tambah kalau tidak mengingat, siapa tahu anak pencari kayu ini sedang mengujinya. Oleh katena itu, Said merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya.
   Selesai makan, Said mengucapkan hamdalah dan tersenyum. Setelah itu, mereka kembali bermain. Said banyak menemukan hal-hal baru di hutan, yang tidak dia dapakan di dalam istana. Oleh temannya itu, dia diajari untuk mengenali dan membedakan jenis dedaunan dan buah-buahan di hutan; antara daun dan buah yang bisakan yang bisa dijadikan obat, serta yang beracun.
“Dengan mengenal jenis buah dan dedaunan di hutan secara baik, kita tidak akan repot jika suatu kali tersesat. Persediaan makanan ada di sekitar kita. Inilah keagungan Allah!” kata anak pencari kayu.
Seketika itu, Said tahu bahwa ilmu tidak hanya dia dapat dari madrasah seperti yang ada di ibukota kerajaan, Ilmu ada di mana-mana. Bahkan, di hutan sekalipun. Hari itu, Said banyak mendapatkan pengalaman berharga.
Ketika matahari sudah condong ke Barat, Said berpamitan kepada sahabatnya itu untuk pulang. Tidak lupa, Said mengundangnya makan di rumahnya besok pagi. Lalu, dia memberikan secarik kertas pada temannya itu.
“Pergilah ke ibukota, berikan kertas ini kepada tentara yang kau temui di sana. Dia akan mengantarkanmu ke rumahku.” kata Said sambil tersenyum.
“Insya Allah aku akan datang.” jawab anak pencari kayu itu.

   Pagi harinya, anak pencari kayu itu sampai juga ke istana. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Said adalah anak raja. Mulanya, dia ragu untuk masuk ke istana. Akan tetapi, jika mengingat kebaikan dan kerendahan hati Said selama ini, dia berani masuk juga.
Said menyambutnya dengan hangat dan senyum gembira. Seperti anak-anak sebelumnya yang telah hadir di ruang makan itu, Said pun menguji temannya ini. Dia membiarkannya menunggu lama sekali. Namun, anak pencari kayu bakar itu sudah terbiasa lapar. Bahkan, dia pernah tidak makan selama tiga hari. Atau, terkadang makan daun-daun mentah saja. Selama menunggu, dia tidak pernah memikirkan makanan sama sekali. Dia hanya berpikir, seandainya semua anak bangsawan bisa sebaik anak raja ini, tentu dunia akan tenteram.
Selama ini, dia mendengar bahwa anak-anak pembesar kerajaan, senang hura-hura. Namun, dia menemukan seorang anak raja yang santun dan shalih.

   Akhirnya, tiga butir telur masak pun dihidangkan. Said mempersilahkan temannya untuk memulai makan. Anak pencari kayu bakar itu mengambil satu. Lalu, dia mengupas kulitnya pelan-pelan. Sementara itu, Said mengupasnya dengan cepat, dan melahapnya. Temannya selesai mengupas telur. Said ingin melihat apa yang akan dilakukan temannya dengan sebutir telur itu, apakan akan dimakannya sendiri atau …?

   Anak miskin itu mengambil pisau yang ada di dekat situ. Lalu, dia membelah telur itu jadi dua; yang satu dia pegang, dan yang satunya lagi, dia berikan kepada Said. Tak ayal lagi, Said menangis terharu.

   Lalu, Said pun memeluk anak pencari kayu bakar itu erat-erat seraya berkata, “Engkau teman sejatiku! Engkau teman sejatiku! Engkau temanku masuk surga.”
Sejak itu, keduanya berteman dan bersahabat dengan sangat akrab. Persahabatan mereka melebihi saudara kandung. Mereka saling mencintai dan saling menghormati karena Allah SWT. Karena kekuatan cinta itu, mereka bahkan sempat bertahun-tahun mengembara bersama untuk belajar dan berguru kepada para ulama yang tersebar di Turki, Syiria, Irak, Mesir, dan Yaman.
Setelah berganti bulan dan tahun, akhirnya keduanya tumbuh dewasa. Raja yang adil; ayah Said, meninggal dunia. Akhirnya, Said diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnya. Menteri yang pertama kali dia pilih adalah Abdullah, anak pencari kayu itu. Abdullah pun benar-benar menjadi teman seperjuangan dan penasihat raja yang tiada duanya.
Meskipun telah menjadi raja dan menteri, keduanya masih sering melakukan shalat tahajud dan membaca Al Qur’an bersama. Kecerdasan dan kematangan jiwa keduanya mampu membawa kerajaan itu maju, makmur dan jaya; baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Ketika Cinta Berbuah Surga
Habiburrahman El Shirazy

sebuah qisah…
tentang persahabatan lillah…persahabatan yg indah…
em,suatu masa dulu, aku mmg sgt ta’sub dgn citer2 begini. citer persahabatn sejati. aku slalu bercita2 menjadi sahabat seulung abu Bakr. lantas punya sahabat seperti Sayyidina Ali. tp…setelah semakin tua melalui lorong2 hidup yg berduri ni…buat aku sedar…terlalu sukar untuk jadi realiti. kerna ‘kasih sayang sudah mati’
he.tp aku tak nafikan sebenarnya di luar sana, ada sahabat2 sebegini. cuma pastinya sudah x ramai. yang boleh kita bercinta dengan untuk syurga dan cinta-NYA. kerna dunia sana luas, cume duniaku sj yg sempit. lagipun, siapalah aku untuk punya sahabat seperti itu… -rkukaudya-

boleh didapati di http://pondokbuku-rkukaudya.blogspot.com

15
Mar
08

ZAINAB AL – GHAZALI

ZAINAB AL – GHAZALI

Dilahirkan di Al-Bihira pada tahun 1917, berketurunan Umar Al-Khattab dan Hasan bin Ali bin Abi Talib. Anak kepada seorang ulama’ lulusan Al-Azhar. Pada permulaan beliau merupakan pejuang aktivis Islam dan aktif di dalam pergerakan feminis dan menyertai Kesatuan Wanita Mesir ( Egyptian Feminist Union ) yang diasaskan oleh Huda As-Syarawi pada tahun 1923. Pada tahun 1936 di usia 18 tahun, beliau menubuhkan Persatuan Wanita Islam untuk menguruskan hal ehwal dan aktiviti wanita berlandaskan ajaran Islam.

Pada permulaan penubuhan Ikwanul Muslimin oleh As-Syahid Hasan Al-Banna, as syahid meminta beliau mengetuai bahagian wanita di dalam ikhwan, namun beliau menolak tawaran tetapi menyatakan kerjasama . Namun setelah ikhwan diharamkan pada 1948, Zainab Al-Ghazali telah berbaiah kepada As-Syahid Hasan Al-Bana untuk bersama memperjuangkan daulah Islamiyah. Malangnya As-Syahid Hasan Al-Bana telah gugur syahid dan kesedihan hati Zainab tercoret di dalam bukunya Hari-hari dalam Hidupku, beliau kemudian menyambung perjuangan Hasan Al Bana di mana diganti oleh Hasan Al-Hudaibi. Walaupun ikhwan bergerak secara rahsia di bawah pemerintahan Jamal Abdul Naseer sekitar tahun 150-1960 an.

Dalam temuramah di rumahnya di Heliopolis, Mesir pada tahun 1981, beliau berkata :

Islam telah menyediakan segala-galanya untuk lelaki dan perempuan. Islam memberikan wanita semuanya kebebasan, hak ekonomi, politik, sosial, hak awam dan juga persendirian. Islam memberikan hak wanita di dalam keluarga leibh daripada persatuan dan agama lain. Wanita boleh berkata tentang kebebasan wanita dalam masyarakat Kristian, Yahudi dan juga pagan tetapi di dalam Islam adalah satu kesilapan besar untuk berkata tentang kebebasan wanita. Wanita muslim perlu mempelajari Islam supaya mereka tahu Islam memberikan mereka semua hak-hak mereka.

Zainab Al-Ghazali menyakini tanggungjawab agama dan sosial apabila berkahwin. Pada perkahwinan beliau yang pertama, suami beliau tidak bersetuju untuk membenarkan beliau bergiat aktif dalam perjuangan Islam. Di dalam buku ‘ Hari-hari Dalam Hidupku – Ayyam min hayati , diceritakan bagaimana suami beliau yang kedua membenar dan menyokong perjuangan beliau walaupun berasa bimbang. Beliau menekankan agar tidak mengabaikan tanggungjawab kepada suami, keluarga dan anak-anak walaupun beliau merupakan sayap kanan kepada perjuangan ikhwan. Beliau amat kecewa dengan revolusi Mesir 1952 yang didokong oleh mereka pada mulanya namun dikhianati oleh Jamal Abdul Naseer. Beliau menyatakan bahawa rejim Jamal Abdul Naseer adalah musuh kepada Islam. Setelah begitu ramai pemimpin dan penyokong ikhawanul muslimin di tangkap dan dihukum mati, beliau mendahului pergerakan menolong isteri, janda dan keluarga pejuang yang telah dibunuh.

Pada tahun 1960 beliau dipenjarakan oleh rejim Jamal Abdul Naseer dan diseksa di dalam penjara. Diantaranya ialah beliau di rendam di dalam air kotor hingga paras dada , dirotan bertubi-tubi, dilepaskan anjing-anjing liar ke dalam penjara beliau, diletakkan bara api di bawah kakinya dan hampir-hampir dirogol oleh pengawai penjara. Namun dengan kehendak Allah lelaki yang ingin merogolnya mati setelah digigit beliau. Dalam tahun 1962, beliau dapat berhubung secara rahsia dengan Sayyid Qutb melalui dua orag adik Sayyid Qutb dan menerima penulisan beliau tentang perjuangan Islam, tafsir dan hadis. Beliau juga menerima buku Sayyid Qutb yang berjudul Ma’lim Fit-Tariq – Petunjuk Sepanjang Jalan ketika di dalam penjara.

Apabila kerajaan Mesir berasa curiga dengan gerak kerja secara rahsia mereka, ikhwan diserbu pada tahun 1965, ikhwan dan akhawat semuanya ditangkap dan dipenjarakan. Pada masa ini jemaah wanita ikhwan dibubarkan. Beliau dibicarakan bersama yang lainya pada tahun 1966, dan pada tahun 1971, beliau dibebaskan apabila matinya Jamal Abdul Naseer , dan diganti oleh Anwar Sadat. Dan beliau terus sahaja menerukan perjuangan untuk menegakkan daulah Islamiyah di bumi Mesir.

Zainab Al – Ghazali kembali ke rahmatullah pada hari Rabu, 3 Ogos 2005 , ketika berumur 88 tahun. Beliau menghabiskan umurnya dengan memperjuangkan agama Allah dan menjadi idola dakwah kepada pejuang-pejuang muslimin dan muslimat kini. Beliau juga menjadi bukti bahawa islam membina pejuang-pejuang wanita di jalanNya.

Semoga Allah mencucuri rahmat kepada beliau. ameen.

- kisah ni aku copy dr satu blog, tapi kerna kecuaian aku yg hina ni, aku lupa nk salin add blog tu. pepun, smg penulis, penaip, pemilik blog yg aku amek artikel ni, diberi habuan oleh ALLAH … -

-kagum aku dengan mereka2 yg punya semangat juang begini, kalaulah aku juga punya kekuatan seperti itu. mg2 EnGKAU menjadikan aku juga slh sorg si syahid di jalan-MU, wlu dgn jln aku sendiri…-

p/s: bg sesape berkenan dan nak beli buku tentang zainab nih, leh gi blog ni http://pondokbuku-rkukaudya.blogspot.com

06
Mar
08

BEDAH KITAB AZKAR (2) BIOGRAFI IMAM NAWAWI

BIOGRAFI SINGKAT IMAM AN-NAWAWI rohimahullah

NAMA : Yahya bin Syaraf bin Murri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jam’ah bin Hizam .

GELARAN/JULUKAN : nama panggilan beliau ialah Abu Zakariya. Nama gelarannya Muhyiddin (tapi beliau tidak menyukai gelaran ini)

NISBAH : al-Hizami , dinisbatkan kepada kakeknya yang tertua iaitu Hizam .

TARIKH / TEMPAT LAHIR : dilahirkan pada pertengahan Muharram, 631 Hijriyah di Nawa, Hauran bahagian wilayah Damaskus .

MAZHAB : bermazhab Syafi’ie

PERTUMBUHAN DAN PROSES PEMBELAJARAN :
  Segala proses pembelajaran, pertumbuhan pembelajaran beliau di pantau oleh ayah beliau sendiri. Ayah beliau adalah orang yang bertanggungjawab mendorong beliau menuntut ‘ilmu sejak dari kecil lagi. Beliau mengkhatamkan (menghafaz) alQur-an ketika mendekati dewasa. Oleh kerana di Nawa tidak dapat memenuhi kehausan beliau terhadap ilmu, maka ayahnya telah membawa beliau ke Damaskus pada tahun 649 Hijriyah iaitu ketika berumur 19 tahun. Beliau menetap di Madrasah ar-Rowahiyyah. Dari sinilah beliau mula matang dan bermulalah pengembaraan beliau mencari ‘ilmu. Beliau tidak pernah , jarang sekali meletakkan lambungya di atas bumi (jarang tidur). Beliau menghabiskan semua waktunya untuk ‘ilmu. Lalu beliau berhasil mendapatkan sebahgian ‘ilmu2 tersebut.
 > Beliau menghafal at-Tanbiih fil Furuu’isy Syafi’iyyah karya Abu Ishaq asy-Syairazi, sekitar empat setengah bulan.
> Beliau mengafal seperempat dari bab al-‘Ibaadaat dari Kitab al-Muhadzdzab fil Furuu’ dalam jangka waktu tersisa pada tahun tersebut.
> Beliau membaca 12 pelajaran setiap harinya, lengkap dengan syarah dan komentar para ulamak.
> Dua pelajaran dalam al-Wasiith,
> Satu pelajaran dalam al-Muhadzdzab,
> Satu pelajaran dalam al-Jam’u bainas Sohihain ,
> Satu pelajaran dalam Sohih Muslim,
> Satu pelajaran dalam al-Luma’ oleh Ibnu Jinni ,
> Satu pelajaran dalam Islaahul Manthiq ,
> Satu pelajaran dalam at-Thasriif ,
> Satu pelajaran dalam Usuulul Fiqh ,
> Satu pelajaran dalam Asmaa-ur Rijal ,
> Satu pelajaran dalam Usuuluddin

beliau mengomentari semua yang berkaitan dengannya, termasuk mengulas masalah yang pelik, menjelaskan ‘ibrahnya, mengoreksi bahasanya dan menerangkan yang samar.

SYEIKH2 BELIAU (GURU2NYA)
A- DALAM BIDANG FIQH dan USUULUL FIQH
1- Ishaq bin Ahmad bin ‘Utsman al-Maghribi, al-Maqdisi
2- ‘Abdurrahman bin Nuh bin Muhammad al-Maqdisi, ad-Dimasyqi
3- Sallar bin al-Hassan al-Irbili, al-Halabi, ad-Dimasyqi
4- ‘Umar bin Bandar bin ‘Umar at-Taflisi asy-Syafi’ie
5- ‘Abdurrahman bin Ibrahim bin Dhiya’ al-Fazari / al-Farkah

B- DALAM BIDANG HADITS
1- ‘Abdurrahman bin Salim bin Yahya al-Anbari
2- ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammmad bin ‘Abdul Muhsin al-Ansori
3- Khalid bin Yusuf an-Nablusi
4- Ibrahim bin ‘Isa al-Muradi
5- Isma’il bin Abi Ishaq at-Tanaukhi
6- ‘Abdurrahman bin Abi ‘Umar al-Maqdisi

C- DALAM BIDANG NAHU DAN BAHASA
1- asy-Syeikh Ahmad bin Salim al-Misri
2- al-‘Izz al-Maliki

MURID2 BELIAU
  Sekelompok ulamak pernah belajar dengan beliau, antaranya Sulaiman bin Hilal al-Ja’fari , Ahmad bin Farh al-Isybili, Muhammad bin Ibrahim bin Sa’dullah bin Jama’ah, ‘Ala-uddin ‘Ali bin Ibrahim (Ibnul ‘Aththar) , beliau selalu menemani Imam Nawawi sehingga digelar Mukhtasar an-Nawawi, Syamsuddin bin an-Naqib, Syamsuddin bin Ja’wan dan sejumlah ulamak yang lain.

AKHLAK DAN SIFAT BELIAU
  Para ulamak yang pernah menulis biografinya sepakat bahawa beliau adalah Imam dalam masalah zuhud, teladan dalam masalah wara’ , dan panutan dalam ‘amar ma’uf nahi munkar serta dalam memberikan nasihat kepada para hakim ( pemimpin).

KESIBUKAN BELIAU MENGAJAR
  Beliau mengajar di Madrasah al-Iqbaliyyah , al-Falakiyyah dan ar-Rukniyyah milik pengikut madzhab asy-Syafiie. Sebagai pembantu asy-Syams Ahmad bin Khallikan di wilayahnya al-Aula. Beliau juga mengambil alih peanan sebagai Syeikh Daarul Hadiits al-Asyrafiyyah setelah Abu Syamah ‘Abdurrahman bin Ismail meninggal dunia , sehinggalah beliau sendiri meninggal dunia pada tahun 676 Hijriyah.

KARYA ‘ILMIYAH BELIAU
  Imam an-Nawawi telah menulis berbagai bidang ‘ilmu, karya2 beliau terkemuka lantaran kejelasannya, susunan kalimat yang mudah, lafaz yang indah lagi menyenangkan, ketika menjelaskan sesuatu beliau tidak meninggalkan satu titik atau satu isi serta satu faedah melainkan beliau menyebutkannya, dan ketika meringkas, beliau menyebutkan intinya yang paling mengagumkan.

A-DALAM BIDANG HADITS DAN ‘ILMU
  1- Syarh Sohih Muslim
  2- Riyaadhus Solihiin
  3- Al-Ar’ba’uun an-Nawawi
  4- Al-Irsyaadaat ilaa Bayaanil Asmaa-il Mubhaamat
  5- At-Taqriib
  6- Irsyaadu Thullaabil Haqoo-iq ilaa Ma’rifati Sunani Khairil Kholaa-iq
  7- Syarh Sohih Bukhory
  8- Syarh Sunan Abi Dawud
  9- Hilyatul Abraar wa Syi’aarul Akhyaar fii Talkhiishid Da’awaat wal Adzkaril Mustahabbah fil Lail wan Nahaar ( atau lebih dikenali sebagai kitab Al-Azkaar, kitab yang dibincang sekarang )

B-DALAM BIDANG FIQH
  1- Raudhotut Tholibiin wa ‘Umdatul Muftiyiin
  2- Al-Majmuu’ Syarhul Muhadzdzab

‘AQIDAH BELIAU : Beliau terpengaruh dengan ‘aqidah Asy’ariyyah, maka dalam Syarh Sohih Muslim beliau banyak menakwilkan hadits2 mengenai sifat2 ALLAH , maka hendaklah hal ini diketahui.

WAFAT : Setelah menetap di Damaskus sekitar 28 tahun, beliau berangkat ke Baitul Maqdis , kemudian kembali ke kampung halamannya, Nawa. Beliau kemudiannya menderita sakit di rumah ayahnya, maka beliau pun wafat dan kembali ke ribaan Robbnya pada tanggal 24 Rejab tahun 667 Hijriyah dan di kebumikan di sana.

Semoga ALLAH memberikan kepadanya balasan atas ilmunya dan para penuntutnya dengan sebaik2 balasan.

<rkukaudya>

11
Sep
07

tentang puasa

Salam buat semua.

Smoga tetap dalam iman, taqwa, cinta dan rindu yang bersangatan hanya pada ALLAH. Romadon tinggal beberapa jam lagi bersua. Romadon slalu dikaitkan sebagai madrasah iman. Dah bersediakah kita zahir dan batin?

Ahad lepas, aku diizinkan Tuhan berziarah ke kedai buku. Ya ALLAH! Seronotnyeeeeee…hanya Tuhan yang tahu ;=p . Aku memang suke gi kedai2 buku nih. Dok lama2 dalam tu pun takpe. Tengok buku2, rasa macam nak borong semua.he! (beli rajin, bacenye entah bila.he ) Macam nak tido ngan buku2 tu smua. Rasa puas sangat dapat tengok dan belek2 buku. Mana2 buku yang kena dengan jiwa aku, klo ada duit aku akan beli. Bagi aku, klo takdan baca pun, beli dulu. Bila da ada kat umah, nanti2 bleh baca, pasti dibaca. Tapi klo tak beli sekarang, lain kali belum tentu jumpa lagi. Rasa rugi sangat. Macam buku motivasi tajuknya ‘Dugaan Hidup’. Sampai sekarang aku tak jumpa lagi buku tu. Tak ingat penulis dan penerbitnya. Yang aku ingat, bukunya kecik je, warna kelabu, dalam dia de kata2 hikmah dari penulis dan diselitkan ayat2 alQur-an dan hadits. Bukan tak penah beli. Dulu buku ni aku bawa ke mana2, tapi satu hari…ada kawan nak pisah. Takde pe2 nak bagi dia. So, aku hadiahkan buku tu kat dia. n till now… aku tak dapat bli lagi buku tu.

eh, lain plak yang aku citer. he. maaf ye. Sebenarnya yang aku nak kongsi kat sini ialah tentang buku terbitan Telaga Biru. Bagi mempersiap sediakan diri kita luar dan dalam, zahir dan batin…aku syorkan kalian dapatkan buku ni. Aku da baca separuh. Senang nak paham, sangat santai, dan sesuai untuk sme pringkat umur. Buku ni lahir dari soalan2 yang sebenarnya memang slalu bermain2 dan berlegar2 di pikiran kita. Sebaik2 belajar agama memang dengan guru yang muktabar, tapi klo tak sempat sangat…buku ni da cukup baik untuk kita lengkapkan diri supaya dapat menjalani ‘ibadah dengan ‘ilmu. Tak mahal mana, lebih kurang rege kaset nyanyi2 he. rm16.90 je.

Blom terlewat, beli cepat2 sementara stok masih ada! dan masa masih valid. he. Yerla, klo bli lepas Romadon da kurang la sket gunanya. he. Tapi takpe, aku akan letakkan gak sket2 info berguna dalam buku ni kat blog ni. ensha ALLAH bi iznillah.

<b.lanun>

p/s: rasa nak bukak kedai buku makin bekobar2, dapat bukak secara maya pun bagus gak kan. he. ya ALLAH…permudahkan…..

15
Aug
07

mencari tuhan yang hilang


salam ,


Inilah buku yang aku maksudkan aritu. Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku kesayanganku.
Sebuah buku manajemen kalbu (bahasa melayunya buku motivasi la). Tulisan Ustaz Yusuf Mansur. Orangnya sebagaimana yang terpamer pada cover buku tu la. Buku ni bagus. Sebab ia jujur dan tulus. Drai pengalamn esorang yang pernah merasakan gelapnya hidup. Dan kalaupun ada mulut2 yang xpuas hati dengan apa yang disampaikan oleh Ust.Yusuf dalam buku ni, aku teramat9 yakin hati2 mereka sebenarnya membenarkan semuanya. Sebab naluri dan kata hati kita xpernah berbohong dengan diri kita sendiri. Lebih2 lagi pada suatu kebenaran dan kebajikan. Hati tak berbohong, namun andai kata yang terluah di mulut itu berdusta, ia sudah terhasut oleh syaitan. Percayalah, orang yang berbohong slalu sedar yang dia berbohong. Sebab kebenaran itu di hati, dan hati xberdusta.

eh…berfalsafah plak. oh ye…buku ni bahasa indonesia. Ustaz ni pun ada web sendiri, web wisata hati. http://wisatahati.com kalau xsilap.

Apa bagusnya buku ni? Buku ni bagus sebab buku ni bawa aku kembali pada Pencipta kita. Pada Tuhan kita. Buat kita sedar, walau pe masalah yang kita alami, lalui, rasai…kita masih ada Tuhan kita. Lalu…apa yang kita perlu buat, hanya kembali pada DIA. Slalu kita x sedar, setiap masalah @ kesempitan @ kesedihan yang kita alami, lalui, rasai…sebenarnya berpunca dari diri kita sendiri. Drai kekerdilan, kebodohan, kesombongan kita sendiri. Buku ni mengajak kita mengkoreksi diri kita sendiri.

Tapi…kalau anda rasa anda sudah cukup hebat, hidup anda tenang dan bahgia…cukup mewah, atau anda rasa Tuhan tu xperlu bagi anda. Aku rasa xpayah la susah2 baca. he. Tapi, ada baiknya jugak kalau cuba baca, supaya kita sedar…kita ini sebenarnya xpunya apa2…kita hanyalah seorang hamba. Hamba yang slalu berharap pada ehsan dan belas dari-NYA.

Buku ni juga boleh jadi penguat semangat, menyedarkan kita bahwa ALLAH itu amat dekat dan slalu ada untuk menolong kita.

Yang paling aku suka…disetiap penghujung bab dalam buku ni, Ustat Yusuf menyelitkan doa2 yang buat hati aku tersentuh.

Cukup tersentuh…

<rkukaudya,c.gembel,b.lanun>

21
Jul
07

kaseh sufi ‘maafkanlah aku…’

“    Ya ALLAH! kiranya yang aku tanggung                     penuh luka  ini adalah sesuatu yang sia-sia disisi-MU, lenyapkanlah… padamkanlah…                                        namun, kiranya rasa  kasihku ini adalah dalam redo-MU, mekarkanlah selalu meskipun aku harus bertarung         antara  bahagia dan derita…..” upi

sebuah novel yang amat bermakna dalam hidupku. terima kaseh ya ALLAH…kerna menemukan aku dengan novel ini. terima kaseh juga kerna menggerakkan dan memberi ilham kepada penulis novel ini untuk sebuah novel yang sangat tulus dan bererti. Yang mengajar aku untuk dalam setiap apa jua keadaan, cinta-MU adalah yang teratas lagi suci. Sedalam mana pun cintaku pada manusia, aku tidak boleh terlalu mengharap pada mereka…kerna mereka jua hamba yang lemah sepertiku. Yang kadangkala akan membuatku sedih dan berkecil hati. Cinta manusia itu tidak selamanya kerna manusia kan mati. Cinta sejati takkan mati kerna cinta sejati itu dihati , dalam restu Ilahy dan tidak mati sekalipun di dunia tidak bersatu , di dalam doa ia menyatu.

oh upi…kerna kau aku makin menyukai kemboja putih, kerna kau aku membeli cadar putih dan sarung bantal putih untuk alas tidurku , kerna kau aku rela diluka, kerna kau aku belajar sabar menjadi manusia, kerna kau aku sedar betapa hidupku selama ini sia-sia, dan yang paling utama…kerna kau aku belajar menyintai-NYA dan ingin menyintai-NYA. dan aku yaqin semua ini tidak akan terjadi tanpa restu yang Maha Esa. Kerna itu terima kaseh ya ALLAH, sesungguhnya apabila Engkau mahu memberi petunjuk, Kau bisa memberinya dari sesuatu yang tidak disangka-sangka.

kita mungkin tak punya azam yang kuat senekad rabi’atul ‘adawiyyah…yang cukup baginya cinta ALLAH. tapi kita boleh berusaha, berharap dan berdo’a…unutk merasai cinta-NYA. kita bisa saja mencintai manusia…tapi janganlah sampai melebihi cinta kita pada yang Esa.

Ya ALLAH! sekalipun aku sememangnya tidak layak dan tidak mampu menjadi seperti rabi’atul ‘adawiyyah…izinkanlah aku menjadi seperti upi…..aameeen.

   ” Pian…..hanya yang dapat sufi katakan,  

kalau setiap  saat Pian  ingatkan ALLAH 

dan  setiap saat itu juga Sufi teringatkan ALLAH…

 bermakna   waktu itu  kita telah menjadi satu 

 kerana mencintai-NYA yang Satu. 

Di situlah selayaknya hati kita bertemu! “

 upi

” Sufi ,

pergilah…sebagai manusia yang mempunyai Tuhan dan menyembah ALLAH… Pian reda dengan ketentuan-NYA. Cukuplah kenangan yang Sufi berikan pada Pian. Sebuah catatan dan lukisan yang tidak tertulis dan tidak terlukis. Itulah yang paling indah dalam hidup Pian. Namun sebagai hamba yang percayakan ALLAH , Pian juga sedar bahawa hidup ini bukan hanya untuk bercinta, bukan hanya untuk berhiba kecewa. Ada lagi tanggungjawab yang lebih besar daripada itu yang perlu kita laksanakan. Oleh itu Pian tidak akan berhenti daripada mendoakan Sufi semoga bertemu dengan keredaan ALLAH yang Sufi cari.

Sufi… sebelum matahari di bumi Malaysia ini terbenam untuk hari ini, dan sebelum Sufi berangkat keesokan hari, Pian mahu menyatakan sesuatu. Pian memang ikhlas mencintai dan menyayangi Sufi dunia dan akhirat. Jangan pula Sufi merasa serba salah. Dan jangan pula berasa berat hati untuk pergi selepas Pian menyatakan kesekian kalinya. Memang Pian ikhlas mahukan Sufi. Tetapi cinta itu bukan hanya suatu keindahan yang bersatu di dunia semata. Ada lagi tempat yang lebih indah untuk dituju…..” Pian

MAAFKANLAH AKU / ZAHARAH MUHAMMAD

rkukaudya




Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

aku hamba-NYA

Ya Ilahy, aku hamba-MU kerana-MU aku hidup. kepada-MU aku menghamba diri. kepada-MU aku berserah diri. kerana-Mu aku ingin mati!!!

semua detik akan ditanyakan

November 2009
F S S M T W T
« Oct    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 10,967 hits

tetamu rkukaudya

web tracker
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

buku kesayangan rkukaudya

[berguru kepada Allah;abu sangkan] ya Allah, tunjuki aku lorong menuju-Mu! santapan jiwa, koreksi hati hanya keampunan dan cinta ALLAH yang didambakannya kini 35 kisah perjalanan spiritual, menepis azab dan menuai rahmat sesungguhnya perjalanan cinta kita sangat jauh berdoalah agar ALLAH mengampuniku! seorang perempuan akhir zaman yang berdosa dan luka hatinya... bidayatul hidayah; sebuah permulaan menuju hidayah TUHAN

pesan dengan saya

buku2 yang ada di atas ni adalah buku2 yang bisa buat kalian rasa lebih dan makin dekat dengan-NYA. ada dijual di kedai2 buku. tapi andai kalian tak berkesempatan ke kedai buku, kalian bleh pesan dengan saya. saya berbesar hati mencarikannya untuk kalian. http://pondokbuku-rkukaudya.blogspot.com

tEtaPLaH diSiNi

tetaplah disini saudaraku... di jalan keimanan, di jalan keislaman, tetaplah bersama-sama meniti jalan ini sampai usai. kita semua mungkin telah letih... karena perjalanan ini amat panjang dan berliku, tapi, tetaplah disini dan jangan menjauh, yakinlah, kenikmatan yang kita reguk di jalan ini, jauh lebih banyak ketimbang yang dilakukan orang-orang yang lalai. keindahan yang kita alami disini, sangat lebih indah daripada keindahan yang kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh di jalan ini. jangan berharap atau tertipu dengan fatamorgana kenikmatan, keindahan, kebahagiaan semua yang sering kita lihat dari orang-orang yang jauh dari tuntunan Allah swt. tetaplah disini..... *dikutip dari buku "Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga" muhammad nursana tarbawi