
Nabi sollallahu 3alaihi wa sallam bersabda:
“Penghulu Istighfar ialah kamu berkata:
“Allahumma anta rabby…
laa ilaha illa anta,
kholaqtany wa ana 3abduka wa ana 3ala 3ahdika wa wa3dika mastato3tu,
a3udzubika min syarri ma sona3tu
abu-u laka bini3matika 3alaiyya
wa abu-u bidzanby faghfirly…
fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta…
(Ya Allah, Engkau adalah Robbku…
Tiada TUHAN selain Engkau,
Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki,
Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku.
Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku…
Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).
” Barangsiapa yang membaca doa ini di petang hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni Surga. Barangsiapa yang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.”
(HR Bukhary 5831)









0 Responses to “sayyidul Istighfar (penghulu istighfar)”