salam. empat mata bersama ustaz yusuf mansur, mencuci kembali hati…
mudah2an lebih tenang, lebih lembut, lebih diberkati
smoga beroleh ’sesuatu’
<rkukaudya>
salam. empat mata bersama ustaz yusuf mansur, mencuci kembali hati…
mudah2an lebih tenang, lebih lembut, lebih diberkati
smoga beroleh ’sesuatu’
<rkukaudya>
Siri belajar dari mereka, agar bisa menangis kerana ALLAH
Tajuk : Apa yang membuat kalian menangis?
Ibnu al-Jauzi menyebutkan, bahwa seorang ahli ‘ibadah di Basrah telah disulitkan dengan ketakutannya kepada ALLAH dan menjadi sakit kerana banyak tangisannya. Ketika hari kematiannya tiba, lalu para keluarganya duduk di sekitarnya sambil menangis. Maka katanya kepada mereka, “ Dudukkan saya.”
Lalu ia menghadap mereka dan bertanya kepada ayahnya. “ Wahai ayahku, apa ang menyebabkan engkau menangis?” Ayahnya menjawab, “ Anakku, saya mengingat akan hari-hari tanpamu dan bakal kesendirianku setelah pemergianmu.”
Kemudian dia berpaling kepada ibunya dan bertanya,” Wahai ibu, apa yang menyebabkan engkau menangis?” Ibunya pun menjawab, “ Wahai anakku, kerana saya menelan pahitnya kehilanganmu.”
Setelah itu dia berpaling kepada isterinya, dan bertanya, “ Apa yang menyebabkan engkau menangis?” Isterinya menjawab, “ Kerana saya kehilangan berkatmu dan kebutuhan kepada selainmu.”
Terakhir dia berpaling kepada anak2nya, “ Apa yang menyebabkan kalian menangis?” Mereka menjawab, “ Kerana yatim adalah hina setelah menjauhnya engkau.”
Dia pun memandang kepada mereka semua, kemudian menangis. Maka mereka bertanya kepadanya, “ Apa pula yang menyebabkan engkau menangis?” Dia pun menjawab .
“ Saya menangis kerana melihat setiap dari kalian menangis untuk diri kalian sendiri dan bukan untuk saya. Adakah di antara kalian yang menangisi perjalanan panjang saya? Adakah di antara kalian yang menangisi betapa sedikitnya bekal saya? Adakah di antara kalian yang menangisi ranjang tanah saya? Adakah di antara kalian yang menangisi penghisaban saya yang buruk? Dan adakah di antara kalian yang menangisi bahwa saya akan berdiri di hadapan TUHAN?
Lalu dia jatuh, dan ternyata dia telah menjadi mayat.
- lalu kerna apa pula dikau menangis wahai diri…?-
<rkukaudya>
salam.
orang yang sedang bercinta, mungkin bisa mengeluarkan kata2 manis untuk menyatakan kasihnya pada yang dicintakan. begitu juga mereka yang mabuk dalam kasih dan rindu dendam, tidak sukar untuk melahirkan madah2 syair puitis tanda rindu yang tak mampu surut tanpa pertemuan dan kemilikan.
tapi bagi yang kehilangan… yang diambil semula apa yang telah dipijamkan… yang dipersaksikan segala janji dan kebenaran… bagi yang diuji dengan kesedihan…..?
lalu kata2 apa yang dapat aku ungkapkan saat ini…
buat aku ada masa2 sangat berat dan keliru
buat aku ada masa2 rasa syukur dan terharu
buat aku ada masa2 rasa sangat takut dan sugul
tapi TUHAN itu maha pengasih, maha pengampun dan maha tahu
dan aku yakin itu.
atok aku… pada hari jumaat tanggal 9 Muharram 1429 yang lalu… telah kembali ke dakapan Tuhan yang menjadikannya. dihadapan mataku. dalam persaksianku. aku yang mengajarkan syahadah untuknya. mengingatkannya pada ‘ALLAH’. aku tahu dugaan yang sangat berat buatnya waktu itu. dan hanya itu yang aku mampu baktikan untuknya di akhir2 nyawanya. dan aku sangat2 berdoa, ya TUHAN! moga2 KAU terima dia dari kalangan hamba2-MU yang Engkau ampuni dan rohmati…
( dapatkah aku lupakan wajah itu?……………….)
-rkukaudya-
“ Aduhai…dosa apa yang aku belum buat kepada Tuhanku?
Aku durhakai ALLAH atas ni’mat-NYA padaku.
Aduhai…telah pergi keinginan untuk berbuat dosa dan
yang tertinggal hanyalah keinginanku untuk mengikuti-NYA.
Aduhai… bagaimana dapat lari dari kematian yang telah menjagaku,
dan bagaimana kami bisa saling melupakan?
Aduhai, kenapa kemalasan tidak melupakan aku dari
mengingati segala kesalahan, dan tidak mengirim padaku
sesuatu yang bisa melupakannya? Aduhai… bagaimana aku
bisa lalai sedangkan ALLAH tidak lalai kepadaku? “
( rintihan yang sering dilafazkan oleh ‘Auf bin ‘Abdullah dalam tangisannya. Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari ‘Abdurrahman bin al-Mas’udi. )
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Allah SWT sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu
begitu saja…
Allah SWT sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
menelepon…
Allah SWT selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak
berbuat apa lagi…
Allah SWT punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Allah SWT dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…
Allah SWT telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Allah SWT telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…
Allah SWT TAHU …….
diambil dengan izin dari http://kaisan.tblog.com
<rkukaudya>